You are here

Tentang Kami

Pita Putih Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan anggota The White Ribbon Alliance for Safe Motherhood (global alliance dengan 152 negara sebagai anggota), yang berdiri tahun 1999, direvitalisasi tahun 2002, saat ini sudah ada di 28 provinsi namun hanya 14 provinsi yang aktif.

Adapun tag linenya “Healthy Mothers Healthy World”

Pita Putih Indonesia bukan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang konvensional, namun sebuah lembaga yang mempunyai semangat dan komitmen tinggi untuk mendorong  dan menggerakkan masyarakat untuk peduli dan memahami tentang kondisi dimasa ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayi baru lahir, di mana kehamilan dan persalinan harus aman dan sehat seutuhnya. Semua kehamilan diinginkan, semua kelahiran selamat , semua Bayi dan Anak sehat.

Untuk mencapai tujuan mulia tersebut Pita Putih sebagai lembaga masyarakat  tidak mengenal status quo dan pasif,  namun selalu bergerak positif, inovatif,  kreatif dengan tetap tidak bernuansa politis didalam melaksanakan misinya, bahkan berpegang pada keselarasan nilai nilai kehidupan, situasi sosial ekonomi dalam masyarakat sasaran saat ini. Dimana tujuannya adalah  meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan  semua anggota masyarakat agar mampu menjalani kehidupan yang sehat. Dalam rangka mewujudkannya diperlukan partisipasi peran perempuan dalam proses politik dan social untuk

Visinya adalah, semua perempuan dan anak perempuan menyadari hak mereka atas kesehatan yang berkualitas dan Misinya mengaktifkan pergerakan masyarakat untuk kesehatan dan hak-hak reproduksi, ibu  dan bayi baru lahir.

Adapun gerakannya adalah peningkatan kesehatan reproduksi, kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak, peningkatan kualitas layanan kesehatan, mempromosikan kesetaraan gender dalam hal peningkatan hak perlindungan dan hak perempuan serta pemberdayaan perempuan di semua tingkatan komunitas sub nasional, nasional, regional, dan global yang didasari oleh prinsip-prinsip hak asasi manusia dan fokus pada komunitas rentan dan miskin serta terdiskriminasi oleh ras, etnis, umur dan lain-lain dapat mempenaruhi kebijakan.

Berdasarkan data pada tahun 2018, bahwa Angka Kematian Ibu masih  tergolong tinggi 305/100.000 kelahiran , angka ini masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan target SDG’s yang hanya 70/100.000 kelahiran. Untuk mencapai target tersebut diperlukan sebuah program berkelanjutan, bertahap dan berkesimbungan serta perlu melibatkan berbagai stake holder yang se-visi misi dan yang berkomitmen. Karena sungguh sangat tidak pantas terjadi bahwa kematian terjadi pada seorang ibu yang justru membawa kehidupan baru. Paham  jangan sampai mengalami Tiga Terlambat (Terlambat mengambil Keputusan, Terlambat transportasi, Terlambat penanganan di fasilitas kesehatan) dan Empat Terlalu (Terlalu tua , Terlalu muda, Terlalu sering melahirkan dan Terlalu banyak anak), masih belum cukup mampu menurunkan AKI secara siginfikans.

Dewasa ini Kematian Ibu banyak terjadi di fasilitas Kesehatan. Juga ternyata  masih ada hal mendasar lain dari tingginya kematian ibu,  diantaranya  banyaknya kejadian anemia pada wanita usia muda atau usia reproduksi Sesuai data Riskesdas 2018, Angka penderita ranemia pada remaja sebesar 48,9% dengan proporsi kelompok usia 15-24 tahun dan kelompok usia 25-34 tahun. Bukan hanya karena gaya hidup diet ketat dari para remaja putri di kota besar tetapi  juga karena ketidak tahuan akan gizi seimbang . Makan asal kenyang dengan karbohidrat dan makanan cepat saji, mengabaikan makanan sehat dan makanan kearifan lokal yang disediakan alam disekitar yaitu ikan, buah dan sayur mayur yang berlimpah.

Dengan berjalannya waktu Pita Putih Indonesia mempromosikan prinsip-prinsip kesehatan perawatan diri mandiri atau  lazim disebut Self Care. Kalau diibaratkan pohon, maka Self Care adalah akar yang harus kokoh dan kuat agar batang ranting dan daunnya sehat. Self Care mempunyai motto : “No One Left Behind“ Semua orang tanpa kecuali harus berperan menjaga kesehatan diri, mencegah penyakit dan mempromosikan derajat kesehatan sendiri dan keluarganya sehingga akan menurunkan jumlah orang yang sakit sehingga kuantitas kerja kuratif berkurang dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. BPJS dapat jebol bila semua orang tidak peduli untuk menjaga kesehatan diri masing masing dengan asumsi, nanti kalau sakit  dapat berobat gratis dengan BPJS. Dalam hal ini, Pita Putih Indonesia mengkhususkan diri di promosi dan preventif maternal health, termasuk PHBS, Germas, Gizi seimbang, 1000 Hari Pertama Kehidupan, Pencegahan Anemia pada remaja dan ibu hamil, Pencegahan stunting, KB,  Pencegahan kematian ibu melalui P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi).

Pita Putih Indonesia dalam program kerjanya memberikan advokasi dan edukasi mengenai pengetahuan, ketrampilan dan kepedulian secara proaktif menjaga kesehatan diri sendiri, kesehatan keluarga maupun masyarakat di sekitarnya perlu ditumbuh kembangkan pada semua orang  sedini mungkin.

Pada strategic plan 2019-2022, Goals  yang ingin dicapai pada tahun 2022 oleh Pita Putih Indonesia adalah  terinformasikannya kepada remaja tentang  pemahaman kesehatan dan hak-hak perempuan dan anak perempuan dan adanya fasilitas kesehatan di daerah bencana alam dan daerah konflik yang memadai,  kebijakan tentang kesehatan reproduksi, ibu hamil, ibu melahirkan, bayi baru lahir, anak dan remaja akan terus dikembangkan dengan dukungan stake holders, serta adanya peningkatan anggaran untuk kesehatan, gender dan gizi baik di tingkat Nasional maupun Pemerintah daerah.

Untuk pencapaian Goals tersebut di atas, mau tidak mau, suka tidak suka PPI bergantung pada mekanisme lintas sectoral dengan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta donor maupun dari GWRA.

Adapun strategi dalam pencapaian  Goalsnya  Pita Putih Indonesia melakukan :

  1. Edukasi dan pemberdayaan mayarakat mengenai kesehatan dan hak-haknya dengan
  • Mengedukasi remaja tentang kesehatan reproduksinya serta mendorong keaktifan remaja dalam penyebaran informasi-informasi tentang kesehatan reproduksi dengan mengedepankan prinsip kepedulian terhadap program Self-Care  kesehatan di keluarga dan di masyarakat
  • Meningkatkan pemahaman publik tentang kebijakan dan peraturan setempat tentang kesehatan reproduksi, ibu dan bayi baru lahir.
  • Sosialisasikan pendekatan pemberdayaan perempuan melalui self-care, advokasi diri dan pengorganisasian diri.
  • Promosikan sensitivitas dan kesetaraan gender dalam komunitas sebagai taktik untuk mengatasi pernikahan anak.
  1. Melakukan advokasi kepada para stake holder

PPI sangat menyadari pentingnya melakukan advokasi kepada pengambil keputusan baik ditingkat provinsi, kabupaten/kota, desa untuk mengkampanyekan kesehatan reproduksi, ibu, bayi baru lahir, anak, dan remaja. Secara khusus, PPI akan:

  • Perluas partisipasi lembaga pemerintah multisektoral dalam perumusan kebijakan kesehatan reproduksi dan ibu dan bayi baru lahir.
  • Mendidik dan mengadvokasi pejabat terpilih untuk mempromosikan kesehatan, gender dan gizi.
  • Bermitra dengan pemerintah untuk mempengaruhi dan berkolaborasi untuk memajukan tujuan bersama.
  1. Melakukan advokasi dengan pendekatan berbasis data untuk mengatasi masalah dan membuat solusi dengan menggunakan data yang dikeluarkan oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana, Kementerian Kesehatan, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, Survei Kesehatan Dasar di Indonesia serta sumber-sumber lain dianggap kredibel oleh para pembuat keputusan untuk menyoroti masalah dan membuat solusi serta suara masyarakat yang sejalan dengan what women want.
  2. Membina kemitraan dengan lintas Kementerian, Lembaga masyarakat dengan melakukan pendekatan ke akar rumput, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk mendorong peningkatan perubahan dengan membangun jejaring dan penguatan kapasitas.
  3. Menggunakan media cetak/elektronik dan pengaruh tokoh masyarakat untuk memperkuat suara what women want.

Atas nama PPI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu/Bapak dengan di lantiknya pengurus kabupaten  PPI di  Karawang Provinsi  Jawa Barat. Semoga dapat mengemban amanah dan dapat menjadi mitra bagi pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, swata dll dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir dan anak

“Semua Kehamilan, Kelahiran Selamat dan Semua Bayi Yang Dilahirkan Sehat“